Auto-Deploy & Mode Deploy

Mode deploy (otomatis, tinjau diff dulu, revisi yang dikunci), polling branch di host Git mana pun, dan deploy instan lewat webhook GitHub.

Setelah App Anda diarahkan ke repositori Git, setiap push ke branch itu bisa memicu deploy secara otomatis — tidak perlu lagi mengklik Deploy manual setiap kali ada perubahan.

Mode deploy

Setiap App berbasis Git punya mode deploy, yang menentukan bagaimana commit baru menjadi deploy. Ubah dari halaman Settings App; halaman Overview menampilkan mode dan revisi saat ini.

ModeYang terjadi saat ada commit baruGunakan saat
Auto Deploy (bawaan)Raklane men-deploy-nya otomatis.Anda ingin setiap push ke branch langsung live.
Manual Deploy with DiffTidak ada, sampai Anda bertindak. Overview menunjukkan saat aplikasi tertinggal dari branch; tinjau diff-nya, lalu deploy tepat commit yang sudah Anda tinjau.Anda ingin ada orang yang memeriksa perubahan sebelum dirilis.
Deploy by Git RevisionTidak ada. Deploy selalu memakai commit, tag, atau branch yang Anda kunci.Anda ingin menahan aplikasi di rilis tertentu.

Dalam mode Auto Deploy, Raklane mengetahui commit baru dengan dua cara:

  • Polling branch (host Git apa pun). Raklane memeriksa branch untuk commit baru sekitar sekali per menit dan men-deploy begitu menemukannya. Cara ini berlaku untuk GitHub, GitLab, Bitbucket, dan host Git lainnya, tanpa persiapan apa pun. Berlaku untuk App yang sudah pernah di-deploy setidaknya sekali.
  • Webhook GitHub (instan). GitHub memberi tahu Raklane tentang push saat itu juga, sehingga deploy dimulai dalam hitungan detik, bukan dalam satu menit. Bagian selanjutnya di halaman ini menjelaskan cara mengaturnya.

Webhook hanya memicu deploy dalam mode Auto Deploy. Pada dua mode manual, push tidak pernah men-deploy apa pun dengan sendirinya.

Cara kerja webhook

Raklane bisa menerima notifikasi push langsung dari GitHub. Saat Anda menghubungkan webhook di repositori ke Raklane, sebuah secret penandatanganan yang dipakai bersama memungkinkan Raklane memastikan notifikasi push benar-benar dari GitHub sebelum memulai deploy dengan konfigurasi source App yang sudah ada.

Cara mengaturnya

1. Buat secret webhook

Dari halaman Source App Anda, pilih Enable auto-deploy. Ini membuatkan webhook_secret untuk Anda (lihat Secret) dan menampilkan dua hal yang dibutuhkan di langkah berikutnya: Payload URL dan nilai secret.

2. Tambahkan webhook di sisi GitHub

Di repositori GitHub Anda, buka Settings → Webhooks → Add webhook, lalu isi:

  • Payload URL: URL yang ditampilkan di halaman Source App.
  • Content type: application/json.
  • Secret: nilai yang persis sama dengan yang ditampilkan di halaman Source App.
  • Which events: cukup event push.

Simpan. GitHub akan mengirim ping uji — periksa tab Recent Deliveries webhook di GitHub jika ingin memastikan ping itu sampai.

3. Push dan pantau

Push sebuah commit ke branch yang dikonfigurasi untuk di-build oleh source App. Deploy baru seharusnya dimulai dalam beberapa detik — pantau di halaman Status App (lihat Log & Status).

Catatan

  • Ini hanya berlaku untuk source berbasis Git (bukan unggahan arsip) — tidak ada yang bisa di-push oleh GitHub jika source Anda berupa file yang diunggah.
  • Push ke branch selain yang dikonfigurasi untuk di-build oleh App akan diabaikan.
  • Jika push tidak memicu deploy, periksa kembali bahwa secret-nya sama persis di kedua sisi — ketidakcocokan ditolak tanpa pesan, dan inilah penyebab paling umum. Lihat Pemecahan Masalah.